Langkah Ini Bisa Bantu Kamu Memaafkan Orang Lain

author
Marti
Jumat, 28 Maret 2025 | 10:21 WIB
Memaafkan orang lain |

Memaafkan terdengar seperti kata yang sederhana, namun mempunyai makna yang dalam. Memaafkan adalah tindakan untuk melepaskan kesalahan yang dilakukan oleh orang lain, baik sengaja maupun tidak.

Namun memaafkan bukan sesuatu yang mudah, terutama jika kesalahan yang dilakukan orang lain sangat menyakiti hati. Penyebabnya pun bermacam-macam, seperti rasa sakit hati atau terluka yang mendalam, marah karena diperlakukan tidak adil, takut disakiti lagi, merasa merendahkan diri sendiri karena mentolerir perbuatan buruk orang lain atau trauma masa lalu yang terus berulang.

Dengan memaafkan orang lain, sebenarnya kita melakukan sebuah kebaikan untuk dua pihak, yaitu diri sendiri dan orang yang sudah menyakiti. Namun untuk bisa melakukannya adalah sebuah proses panjang yang tidak bisa ditentukan batas waktunya. Ini beberapa langkah yang bisa kamu mulai agar dapat memaafkan orang lain. 

1. Tahu Alasan dan Pentingnya Memaafkan

Robert Enrighht, PhD,  dalam bukunya yang berjudul Keys To Forgivenessmenekankan langkah penting saat ingin memaafkan orang lain. Menurut psikolog sekaligus profesor di Universitas Wisconsin-Madison ini, hal pertama adalah mengetahui alasan kenapa harus memaafkan.

Berbagai studi menunjukkan kalau memaafkan orang lain memberikan banyak dampak psikologis yang positif seperti menurunkan rasa cemas, marah, dan depresi. Kondisi pikiran yang lebih tenang ini memungkinkan kita untuk dapat melanjutkan hidup dengan lebih damai tanpa terbebani dengan emosi negatif.

Menurut artikel Forgiveness: Letting go of grudges and bitterness di situs kesehatan MayoClinic, saat pikiranmu dipenuhi amarah atau bahkan rasa dendam yang tidak kunjung selesai, maka efek negatifnya bisa merugikan. Kamu bisa jadi sangat fokus ke masa lalu yang pahit sehingga akan sulit menikmati kebahagiaan di hari ini. Kemungkinan kamu juga akan membawa sikap pahit dan skeptis ini saat berhubungan dengan orang baru. 

Baca juga: Alasan Kenapa Kita Butuh Minimal 4 Pelukan dalam Sehari

2. Ekspresikan Apa yang Kamu Rasakan

Ada beberapa kondisi yang mungkin membuatmu butuh membicarakan isunya dengan orang yang bersangkutan langsung sebelum akhirnya bisa memaafkan, seperti yang dikutip dari artikel di situs psikologi VeryWellMind.  

Jika hubungan dengan orang tersebut penting (misalnya pasangan, keluarga atau sahabat) dan kamu ingin tetap melanjutkan hubungan tersebut, ada baiknya kamu mengungkapkan bagaimana tindakannya sudah menyakitimu. Gunakan cara yang tenang dan pilihan kata yang tepat agar kata-katamu tidak terkesan menyerang orang tersebut. Ketika pikiranmu tenang dan tidak terbawa emosi, maka bisa menghindari konflik yang lebih mendalam. 

Beda lagi kalau orang tersebut sudah tidak ada atau kamu sudah tidak ingin berurusan lagi dengannya karena beberapa alasan. Kamu bisa mengekspresikan perasaan kamu dengan cara lain, misalnya menuangkan dalam sebuah tulisan atau pesan singkat (chat). 

Menulis membantumu memproses apa yang terjadi dan kemudian menata pikiran dan perasaan agar bisa sembuh dari rasa sakit hati yang muncul, termasuk memaafkan orang tersebut. Kamu juga bisa menarik pelajaran penting dari pengalaman buruk tersebut.

3. Berempati

Untuk bisa mengurangi rasa kecewa atau marahmu kepada seseorang, ada baiknya kamu berusaha memahami masalah dari perspektifnya. Di sinilah empati berperan penting.

Cobalah untuk memahami sudut pandangnya dan apa yang mendorong tindakannya, tetapi ini tidak berarti kamu harus membenarkan tindakannya dan kemudian mengabaikan konsekuensi dari tindakannya.

Empati juga bisa berarti kamu tetap bisa melihat hal-hal positif dari orang tersebut  terlepas dari tindakannya yang sudah menyakitimu. Hal-hal positif ini akan menjadi faktor penting yang mempermudah prosesmu dalam memaafkannya. 

4. Beri Batasan Jika Perlu

Bagaimana kalau perilaku orang yang sudah kamu maafkan tidak berubah? Di sini penting mengingat bahwa memaafkan artinya fokus ke hal-hal yang bisa kamu kendalikan, sementara perilaku orang tersebut berada di luar kendalimu.

Memaafkan bukan berarti kamu harus menerima atau mentolerir perilaku buruknya, tetapi lebih kepada melepaskan beban emosional yang kamu rasakan akibat perbuatannya.

Baca juga: Mau Jalani Hidup Lebih Tenang ala Kirei Lifestyle? Yuk, Belajar Kelola Emosimu!

Memaafkan juga tidak sama dengan membenarkan tindakan yang sudah menyinggung atau menyakitimu. Terutama jika orang tersebut terus mengulang-ulang perilaku yang sama. Kamu bisa mulai menerapkan batasan seperti mengurangi frekuensi kamu bersosialisasi dengannya atau kalau perlu, tidak lagi ada di lingkaran pertemanan yang sama.

Memaafkan juga bukan berarti kita harus mengembalikan hubungan kita dengan orang tersebut sama seperti sebelumnya. Jadi tidak apa-apa jika hubungan pertemanan kamu tidak sedekat dulu, misalnya.  

5. Minta Bantuan

Ada beberapa peristiwa menyakitkan yang bisa menimbulkan trauma dalam waktu lama. Untuk kondisi ini, kamu tidak harus menghadapinya sendirian. Kamu bisa meminta bantuan profesional seperti psikolog, baik konsultasi atau terapi khusus jika dibutuhkan. 

Sebuah studi dilakukan terhadap remaja dan orang dewasa di Inggris yang mendapat terapi untuk memaafkan orang lain setelah mengalami luka, kekerasan dan trauma. Studi yang dimuat di jurnal Sage Pubini membuktikan bahwa terapi dapat menurunkan rasa marah, rasa permusuhan, stres dan depresi. Secara keseluruhan, memaafkan dapat meningkatkan kesehatan mental yang penting untuk hidup ala Kirei yang tenang dan damai.    

Proses memaafkan mungkin tidak semudah dan secepat yang kamu harapkan. Yang penting, tetapkan niat dalam hati dan jalani prosesnya selangkah demi selangkah. Selamat mencoba!

Penulis Marti
Editor Dewi Shinta N